Komunitas Motor, MTRI, Hapus Stigma Terkait Geng Motor

Salah satu komunitas motor di Jawa Tengah, Master of Torque Riders Indonesia (MTRI), Semarang, punya cara unik hapus stigma negatif geng motor.

Komunitas motor hits di Semarang itu selalu melakukan kegiatan-kegiatan seru dan asyik.

Al Abrar Pratomo selaku anggota MTRI Semarang mengatakan komunitas motornya memang punya keunikan tersendiri dibanding yang lain.

“Kami komunitas motor yang santai, terutama di penerimaan anggota,” ucap Abrar seperti dikutip dari GenPI.co, Jumat (1/4).

Abrar mengatakan, di komunitasnya tidak ada senioritas maupun penggemblengan buat anggota yang baru masuk.

Dia menjelaskan syarat bisa masuk ke komunitasnya ialah harus sudah memiliki SIM.

Soal kegiatan rutin, Abrar bercerita komunitasnya sering touring dengan tujuan mencari makanan unik dan khas.

“Karena kebanyakan suka kulineran, jadi suka saling tukar rekomendasi kuliner enak,” imbuhnya.

Menurutnya, para anggota sering melakukan sunmori sambil berburu makanan enak.

“Sampai ke Salatiga, Yogyakarta, hingga Solo, hanya buat makan,” ungkapnya.

Selain berburu makan, Abrar mengatakan komunitasnya punya kegiatan rutin lain.

Abrar mengatakan satu minggu sekali pasti ada gathering untuk mempererat silaturahmi.

“Tiap Jumat malam ada kopdar. Biasanya abis kopdar lanjut nongkrong dan ngopi,” ungkapnya.

Dirinya berharap kegiatan positif yang dilakukan komunitasnya sedikit demi sedikit meredakan stigma negatif geng motor yang sudah melekat.

Menurutnya, geng motor tidak harus selalu akrab ugal-ugalan dan berisik, tetapi ada banyak hal positif yang bisa dikerjakan para anggota geng motor.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *