Pemasangan blind rivet (paku keling) banyak dipilih dalam pekerjaan fabrikasi logam, pembuatan karoseri, perakitan panel aluminium, hingga pengerjaan saluran udara (HVAC). Metode pengikatan ini disukai karena praktis, cepat, dan hanya memerlukan akses dari satu sisi material (blind side).
Namun, tidak sedikit teknisi atau pekerja yang mengalami masalah di mana blind rivet terasa goyang atau longgar setelah dipasang. Kondisi ini tentu berbahaya karena dapat mengurangi kekuatan struktur dan memicu kebocoran.
Lantas, apa saja penyebab blind rivet tidak terpasang dengan kokoh, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
1, Ukuran Lubang Bor Terlalu Besar (Over-Drilling)

Penyebab paling umum dari blind rivet yang longgar adalah ukuran lubang material yang melebihi batas toleransi. Jika diameter lubang bor terlalu longgar dibanding diameter body (selongsong) paku rivet, maka saat mandrel (batang paku) ditarik, ekspansi selongsong rivet tidak mampu mengunci material secara maksimal.
- Solusi: Gunakan mata bor yang presisi sesuai dengan rekomendasi ukuran diameter blind rivet. Selalu pastikan ukuran lubang tidak melebihi 0,1 mm hingga 0,2 mm dari diameter body rivet.
2. Salah Memilih Grip Range (Ketebalan Material)

Setiap SKU blind rivet memiliki batas rentang jepitan atau grip range tertentu. Jika Anda menggunakan blind rivet dengan grip range yang terlalu panjang untuk plat yang tipis, rivet tidak akan mengapit plat dengan kencang. Sebaliknya, jika grip range terlalu pendek, kepala rivet tidak akan mengembang sempurna di sisi belakang.
- Solusi: Ukur total ketebalan gabungan material yang akan disatukan (grip length), lalu pilih spesifikasi blind rivet yang sesuai dengan rentang ketebalan tersebut.
3. Posisi Tang Rivet (Rivet Gun) Miring Saat Pemasangan

Proses penarikan mandrel menggunakan hand riveter atau air rivet gun harus tegak lurus (90 derajat) terhadap permukaan plat. Jika alat penarik dipasang miring, daya tarik mandrel menjadi tidak seimbang. Hal ini mengakibatkan kepala keling terbentuk tidak simetris dan menyisakan celah di bawah kepala rivet.
- Solusi: Tahan dan tekan penarik rivet dengan stabil secara tegak lurus terhadap permukaan sebelum dan selama gagang alat ditarik hingga paku patah.
4. Kualitas Material Fastener yang Kurang Konsisten

Penggunaan blind rivet berkulitas rendah sering kali memiliki material selongsong yang terlalu keras atau batang paku (mandrel) yang mudah patah sebelum selongsong mekar sempurna. Akibatnya, daya cengkeram (clamping force) yang dihasilkan sangat lemah.
- Solusi: Gunakan blind rivet berkualitas premium seperti SIP® Brand. Produk SIP® diproduksi dengan pengawasan kontrol mutu (quality control) yang ketat, memastikan daya mekar selongsong yang presisi serta kekuatan sambungan yang konsisten untuk berbagai aplikasi teknis.
Kesimpulan
Kunci dari sambungan blind rivet yang kuat, rapat, dan rapi terletak pada presisi ukuran lubang, pemilihan grip range yang pas, teknik penarikan yang tegak lurus, serta pemilihan produk berkualitas.
Ingin hasil pekerjaan fabrikasi dan konstruksi Anda lebih tahan lama tanpa khawatir sambungan longgar? Temukan beragam variasi ukuran dan spesifikasi Blind Rivet SIP® Brand sesuai kebutuhan proyek Anda di catalog produk kami.



