Edukasi30 September 20264 menit

MEMAHAMI UKURAN KODE PH PADA SEKRUP.

Memahami ukuran kode PH pada sekrup itu sangat penting dalam memilih fastener yang tepat. Dalam dunia konstruksi, perakitan furnitur, hingga industri manufaktur, masalah sekrup dol (slek) atau mata obeng (driver bit) yang cepat aus adalah kendala yang paling sering ditemui. Banyak pekerja lapangan menganggap semua sekrup berkepala silang (kembang) bisa diputar dengan obeng kembang apa

ihsan Publish 30 September 2026
MEMAHAMI UKURAN KODE PH PADA SEKRUP.

Memahami ukuran kode PH pada sekrup itu sangat penting dalam memilih fastener yang tepat. Dalam dunia konstruksi, perakitan furnitur, hingga industri manufaktur, masalah sekrup dol (slek) atau mata obeng (driver bit) yang cepat aus adalah kendala yang paling sering ditemui. Banyak pekerja lapangan menganggap semua sekrup berkepala silang (kembang) bisa diputar dengan obeng kembang apa saja. Padahal, ketidaksesuaian ukuran mata obeng dan kepala sekrup adalah penyebab utama kerusakan material.

Di dunia fastener profesional, sistem drive silang ini memiliki kode standar internasional yang dikenal dengan PH (Phillips). Mulai dari PH0, PH1, PH2, hingga PH3, setiap ukuran dirancang untuk dimensi sekrup dan kapasitas torsi yang berbeda. Untuk memastikan pemasangan sekrup anda maksimal dan rapi, simak panduan lengkap standar kode PH berikut ini.

Apa Itu Kode “PH” Pada Sekrup & Mata Obeng?

Kode PH merupakan singkatan dari Phillips, yaitu desain kepala sekrup bermotif silang (plus / +) yang dipatenkan oleh Henry F. Phillips pada tahun 1930-an. Desain silang ini diciptakan agar mata obeng dapat terpusat secara otomatis (self-centering) saat diputar, sehingga proses penyambungan menjadi jauh lebih presisi dibandingkan sekrup alur tunggal (minus / slotted).

Angka di belakang kode PH (seperti PH1, PH2, PH3) menunjukkan ukuran geometris fisik dari alur silang tersebut. Semakin besar angkanya, semakin lebar dan dalam alur silang pada kepala sekrup.

Panduan Ukuran PH dan Penggunaannya di Lapangan.

Mengetahui pasangan ukuran sekrup dan driver bit yang tepat adalah kunci efisiensi kerja. Berikut pembagian skala ukuran PH di dunia pertukangan dan industri:

  1. PH0 & PH1 (Ukuran Kecil / Presisi).

  • Diameter Sekrup: ± 2,0 mm – 3,0 mm (Ukuran sekrup #2 s/d #4)
  • Karakteristik: Memiliki alur silang yang cukup dangkal dan tipis.
  • Aplikasi: Digunakan pada perakitan komponen elektronik, peralatan rumah tangga kecil (appliances), mainan, engsel halus, serta sekrup presisi pada instrumen tertentu.
  1. PH2 (Ukuran Standar Industri & Paling Populer).

  • Diameter Sekrup: ± 3,5 mm – 5,0 mm (Ukuran sekrup #6, #8, dan #10)
  • Karakteristik: PH2 adalah “gold standard” atau ukuran yang paling banyak digunakan di dunia pertukangan dan industri perakitan.
  • Aplikasi: Sangat dominan pada produk sekrup harian seperti SIP® Tapping Screw, Wood Screw, Drywall Screw, hingga sekrup Self-Drilling Screw (SDS) untuk baja ringan. Hampir 80% pekerjaan interior, karoseri, dan konstruksi ringan menggunakan sekrup berstandar PH2.
  1. PH3 (Ukuran Heavy-Duty / Tugas Berat).

  • Diameter Sekrup: ± 5,5 mm – 6,3 mm (Ukuran sekrup #12, #14, atau lebih besar)
  • Karakteristik: Memiliki alur yang lebih tebal dan dalam untuk menahan torsi pengetatan yang jauh lebih tinggi tanpa membuat alur rusak.
  • Aplikasi: Digunakan pada proyek konstruksi berat, pemasangan bracket baja tebal, sekrup kayu berukuran besar (heavy wood screw), mesin industri, dan struktur perkapalan/otomotif berat.
  1. PH4 (Ukuran Ekstra Besar / Industri Spesialis).

  • Diameter Sekrup: Di atas 8,0 mm
  • Karakteristik: Sangat jarang ditemukan pada perkakas rumah tangga biasa.
  • Aplikasi: Khusus untuk baut/sekrup mesin skala besar di industri perminyakan, alat berat, dan struktur bangunan utama.

Risiko Menggunakan Ukuran PH Yang Tidak Sesuai.

Menggunakan mata obeng PH1 pada sekrup berkepala PH2 (atau sebaliknya) membawa dampak buruk pada hasil kerja:

  • Bahaya Fenomena Cam-Out (Obeng Slip).

Jika mata obeng terlalu kecil dibanding alur sekrup, saat torsi tinggi diterapkan, mata obeng akan terangkat dan slip (cam-out). Hal ini mengikis bentuk silang pada kepala sekrup hingga menjadi bulat/slek (stripping).

  • Peralatan Cepat Aus (Tool Wear).

Mata obeng yang tidak mengunci pas akan menerima beban tekanan di titik yang salah, membuat ujung driver bit gampang patah atau tumpul.

  • Hasil Pekerjaan Tidak Rapi & Permukaan Material Rusak

Saat obeng slip, ujung bit yang berputar kencang dapat melompat dan menggores permukaan plat, kayu, atau finishing proyek Anda.

Catatan Penting: Jangan Tertukar Antara PH (Phillips) dan PZ (Pozidriv).

Di lapangan, tak jarang teknisi terkecoh antara mata obeng PH (Phillips) dan PZ (Pozidriv). Meskipun keduanya berbentuk plus/silang, sekrup jenis PZ memiliki 4 alur garis kecil tambahan di antara alur utamanya. Memutar sekrup PH menggunakan obeng PZ (atau sebaliknya) akan menyebabkan slip tajam dan merusak kepala sekrup. Pastikan Anda selalu mengecek simbol pada kepala sekrup dan mata obeng Anda.

KESIMPULAN ARTIKEL.

  1. Kode PH (Phillips) pada sekrup dan mata obeng menentukan dimensi presisi alur silang kepala sekrup. Memilih ukuran PH yang pas adalah kunci utama untuk mentransfer torsi secara maksimal tanpa merusak material.
  2. PH2 adalah standar paling universal di dunia fastener yang digunakan pada sebagian besar Tapping Screw dan Wood Screw untuk perakitan furnitur, interior, dan konstruksi ringan. Sedangkan PH1 digunakan untuk sekrup presisi kecil, dan PH3/PH4 digunakan untuk kebutuhan industri tugas berat (heavy duty).
  3. Kerusakan kepala sekrup slek (dol) paling sering disebabkan oleh penggunaan mata obeng yang kekecilan/kebesaran dari ukuran PH sekrupnya.

Demi menjaga efisiensi dan kerapian proyek Anda, kombinasikan penggunaan sekrup berpresisi tinggi dengan driver bit bermutu yang ukurannya sesuai (PH1/PH2/PH3).

Terkait

Artikel Terkait

Lihat Semua Artikel
Berikutnya: PERBEDAAN FUNGSI TAPPING SCREW DAN WOOD SCREW